Gajah berujar
Belalai menerjang
Hinggap si lalat
pembawa aroma alam
(sampah)
Makin banyak saja orang yang merasa mereka merana dan
anehnya tetap bisa menghamburkan uang untuk hal sepele.. sebuah hadiah dengan
embel-embel harga selangit. Interupsi!! Bukan mereka tapi dia!! Hanya dia!!!
Meminta pengertian dari sejuta tawa yang coba dihadiahi
orang2 yang (katanya menurut urut2an) seharusnya penting untuknya.. tapi hendak
kemana katak bersua..
Kalau orang yg “katanya” penting dan selalu mendukung
dihempaskan begitu saja dengan keingninan yang selalu berlawanan dari mereka
yang mengasihinya tanpa embel2 hadiah, dia sekalipun tak menghargai yng iklas
dengan sangat!!
Hahhhhh kau !!!! si dia!!!
Aku muak!! Denganmu!!!
Mungkin kelak aku adalah bagian durhaka…
Tapi durhaka yang bagaimana yang gusti ini ciptakan.. jika
dia yang membuat muak tak pernah menghargai
orang yg seharusnya dia hormati yaitu imamnya!!
Biarkan jika memang harus aku durhaka..
Hah… durhaka bukanlah kata yang tepat!
Aku tak mungkin durhaka.. sikap dia sendiri tak pernah
benar2 menghormati imamnya..
Coba saja lirik bagaimana ia merasa paling hebat!!
Huh.. sebal rasanya melihat tingkah nya..
Si dia memang akan selamanya ada dalam hidup .. , ada bagian
jiwanya yang menyebalkan terbawa oleh..
Dan aku tak pernah bangga mewarisi itu!!!
Aku lebih sayang dan cinta pada imamnya..
Beliau tulus dan mengahargaiku
Tak sekalipun beliau meminta ku untuk mengerti .. Sering kali
malah aku yang malu karenanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar